Alasan Mahasiswa Internasional Tak Lagi Minat Di Amerika Serikat

Sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi selalu menjadi impian bagi banyak orang. Apalagi jika ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Tentu saja banyak sekali orang yang menginginkan hal tersebut.

Salahs atu negara yang cukup popular untuk di masukkan ke dalam negara impian menempuh pendidikan tinggi adalah Amerika Serikat.

Banyak mahasiswa internasional yang mendambakan bisa bersekolah di negara maju tersebut.

Namun sayangnya, menurut laporan dari Institute for International Education atau IIE, pendaftaran mahasiswa baru internasional dalam waktu tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan .

“Menurut laporan Open Doors terakhir ada 1,95 juta mahasiswa internaisonal di Amerika. Tetapi hal itu berarti angka ini tidak berubah, dan penrdaftaran bar uterus anjlok. Ini merupakan keprihatinan yang besar untuk pendidik internasional di seluruh Amerika” ujar Esther Brimmer dari Asosiasi Pendidik Internasional.

Lalu kenapa AS yang selalu menjadi impian bagi para mahasiswa internasional untuk menimba ilmu kini justru surut pamornya?

Simak pembahasannya di bawah ini.

 

Penyebab Mahasiswa Malas Kuliah di AS

  1. Biaya hidup mahal

Biaya hidup merupakan factor yang sangat penting untuk di pertimbangkan ketika mahasiswa internasional hendak kuliah di luar negeri.

Sedangkan biaya kuliah di Amerika Serikat sendiri sudah terkenal sangat mahal hingga membuat banyak peserta didik harus meminjam uang dalam bentuk student loan.

Menurut Departemen Pendidikan Amerika,Biaya rata rata untuk universitas selama 4 tahun adalah USD 27 ribu atau setara 377 juta. Sedangkan universitas swasta jauh lebih mahal lagi yakni USD 41 ribu atau setara Rp 573 juta.

“Ada sejumlah alasan kita saksikan penurunan jumlah mahasiswa internasional. Saya rasa pertama adalah factor biaya. Biaya pendidikan tinggi di Amerika terus meningkat, jadi kita harus mengupayakan untuk mengendalikannya” ungkap John Lucas dari International SAtudent Exchanged Program.

 

  1. Ada pilihan negara lain

Ada banyak negara di dunia yang memiliki universitas terbaik yang masuk dalam rangking dunia. Hal tersebut menjadi salah satu ancaman bagi pendidikan Amerika untuk terus bersaing dengan negara lain dalam menarik minat para calon mahasiswa.

“Kami tahu bahwa mahasiswa Internasional punya lebih banyak pilihan dimana mereka harus menuntut pendidikan tinggi” ungkat Marie Royce dari Deplu Amerika.

Selain Amerika ada negara negara di Eropa yang juga menjadi favorit tujuan para mahasiswa internasional seperti Inggris, Belanda, Jerman, New Zeland hingga beberapa universitas di Benua Australia.

Dengan banyaknya pilihan, calon mahasiswa bisa membandingkan syarat ketentua, akreditasi, biaya kuliah hingga biaya hidup sebelum memilih negara yang akan dituju.

  1. Retorika Politik

Semenjak Amerika di pimpin oleh presiden Donald Trum dengan segala kebijakannya yang banyak menuai pro kontra hal tersebut sedikit banyak juga ikut mempengaruhi minat mahasiswa internasional khususnya sejumlah mahasiswa yang datang dari Korea Selatan, Meksiko, jepang, Spanyol, arab Saudi, Iran, Turki hingga Kuwait

“Retorika terhadap para imigram khususnya yang berasal dari negara Muslim tidak ramah” ujar Jeanne Batalova dari Migration Policy Instiute.

Wajar saja jika kondisi politik menjadi penting di pertimbangkan oleh mahasiswa yang hendak belajar disana. Pasalnya jika kondisi politik tempat menuntut ilmu tidak kondusif dengan negara asal maupun atribut yang melekat pada diri seorang mahasiswa, maka dapat dipastikan mahasiswa menjadi enggan untuk belajar disana.

  1. Kebijakan Pendidikan

Para pakar mengatakan, mahasiswa internasional juga menghadapi sebuah kondisi ketidak pastian terkait perubahan yang di usulkan dalam rangka kebijakan Amerika. Salah satunya adalah pilihan pelatikan praktik atau OPT yang awalknya memberikan kesempatan bagi lulusan universitas untuk melakukan praktik kerja di bidang yang mereka geluti serta bisa tinggal di Amerika hingga 36 bulan setelah wisuda.

“Banyak pendidik internasional berpendapat, sangat penting untuk mendukung OPT ini, yang merupakan abgian yang terintegrasi denga pendidikan yang di terima mahasiswa di negara ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *