Anak Mulai Bosan Belajar di Rumah, Orangtua Antisipasi Dengan Ini

Situasi di berbagai negara yang saat ini tengah tidak kondusif terpaksa membuat sekolah harus meniadakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Meski begitu kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Salah satunya dengan melakukan pembelajaran system daring.

System pembelajaran tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika disekolah guru bisa mengontrol bagaimana siswa menerima pelajaran, selama masa pembelajaran jarak jauh,ruang gerak guru tentu terbatas. Akibatnya untuk memastikan apra siswanya belajar dengan baik, kebanyakan guru memberikan  tugas setiap hari.

Akan tetapi, berbeda dengan di Sekolah, situasi alam rumah seringkali  tidak kondusif untuk kegiatan belajar, ditambah tidak adanya guru yang hadir, cenderung membuat anak merasa bosan hingga menolak untuk belajar.

Hal ini pun disampaikan oleh para wali kepada guru, terkait kondisi anak yang malas untuk belajar. Akibatnya, Pekerjaan Rumah dari guru pun menumpuk tanpa di sentuh oleh murid. Pada akhirnya orangtualah yang merasa pusing dan stress menghadapi perilaku belajar anak dirumah

Menanggapi masalah yang kerap timbul selama masa pembelajaran online dan jarak jauh ini, Temu Pendidik Spesial (TPS) Sekolah Lawan Corona, Guru Tosi Widhya yang merupakan pengajar di Hawtn Edukasi dan Creativa memberikan tips bagi para orangtua saat anak mulai bosan dan menolak untuk belajar:

Anak Mulai Bosan Belajar di Rumah, Orangtua Antisipasi Dengan Ini

Tips Agar Anak Tidak Bosan Belajar

Dilansir dari kompas.com, simak tips antisipasi anak yang merasa bosan dan malas belajar dibawah ini

  1. Tidak sungkan untuk berkomunikasi dengan guru

    Orangtua tidak perlu merasa sungkan dan malu untuk menyampaikan situasi yang terjadi di rumah kepada guru, bila perlu orantua juga boleh memberikan usul dari sudut pandang orangtua mengenai pembelajaran yang efektif bagi anak. Sebab dalam situasi ini orangtua lah yang paling bisa mengerti kondisi anak.

    Perhatikan pula untuk mengawali percakapan dengan empati dan apresiasi bahwa guru juga mengalami kesulitan yang sama. Sehingga, orangtua dan guru dapat mencari solusi bersama-sama, bukan justru menyalahkan satu sama lain.

    2. Kesepakatan mengumpulkan tugas

    Hal penting untuk di perhatikan dalam kegiatan belajar online adalah kesepakatan mengumpulkan tugas. Orangtua bisa berdiskusi dengan guru dalam membuat kesepakatan bersama dengan anak, contohnya mengenai kapan waktu belajar tatap muka online, kapan anak akan belajar mandiri di rumah, membuat tugas, hingga membuat evaluasi.

    Anak akan merasa lebih di mengerti dan didukung denga cara seperti itu. Kemudian guru juga bisa memantau dari jarak jauh mengenai perkembangan murid

    3. Variasi kegiatan

    Belajar sendiri tanpa teman tentu wajar membuat anak merasa bosan dan kurang termotivasi. Apalagi jika system pembelajaran hanya dengan cara itu-itu saja. Maka dari itu perlu kreatifitas dari guru dan orang tua menciptakan metode pembelajaran yang dapat dinikmati oleh anak, baik secara daring, saluran TVRI, maupun live streaming secara lebih kreatif dan tidak monoton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *