Cara praktis Menumbuhkan toleransi beragama pada anak

Toleransi memang selalu menjadi salah satu bahasan dalam pendidikan pada anak usia dini. Sejak kecil anak-anak sudah diajarkan cara bertoleransi apalagi untuk urusan agama mengingat negara kita adalah negara yang memiliki banyak agama dan kepercayaan. Namun terkadang, toleransi hanya diajarkan lewat teks dalam buku tertulis dan sekedar diajarkan di dalam kelas. Padahal toleransi adalah salah satu bentuk pelajaran yang perlu dipraktikkan langsung dan anak harus diperlihatkan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Memberikan contoh toleransi pada anak sebenarnya merupakan hal yang mudah karena anak akan cenderung mudah menerima pengetahuan baru dan tertarik pada hal-hal baru yang dilihatnya berbeda. Sayangnya, tak banyak orang tua yang peka dan sadar dengan hal ini. Kebanyakan dari mereka masih menganggap bahwa toleransi beragama pada anak cukup diajarkan dengan buku pelajaran.

Untuk itu di bawah ini beberapa cara mengajarkan anak agar mudah menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Cara mengajarkan anak bertoleransi

Sikap toleransi memang harus diajarkan sedini mungkin hal ini agar kita dapat menjauhkan anak dari pemikiran negatif mengenai agama lain atau kebudayaan lain. Sehingga anak akan lebih mengenal hidup damai daripada mencari tahu mengenai perpecahan. Bagi anda para orang tua, perlu sekali mengajarkan cara toleransi beragama pada anak.

  • memberikan ucapan peringatan hari besar keagamaan

toleransi beragama pada anak

salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan cara toleransi pada anak adalah dengan mengajarkan anak untuk memberikan ucapan peringatan hari besar keagamaan pada umat agama lain. Hal ini mampu dengan efektif memberikan pengertian pada anak bahwa ada berbagai macam agama di sekitarnya. Dan kesemuanya agama tersebut harus dihargai.

  • Mengajarkan anak menghormati tempat ibadah agama lain

toleransi beragama pada anak

Selain memberikan ucapan pada umat agama lain, anak juga perlu diajarkan untuk menghormati tempat ibadah agama lain dengan cara tidak membuang sampah sembarangan di area tempat ibadah. Hal ini akan memberikan pemahaman pada anak bahwa tempat ibadah agama lain juga harus dijaga kebersihannya dan dihargai keberadaannya.

  • Tidak berisik saat ada prosesi ibadah

toleransi beragama pada anak

Ketika berlangsung ibadah dari umat agama lain anak harus diberikan pengertian untuk tidak mengganggu, tidak berisik dan tidak sibuk bermain sendiri. Jika sejak kecil anak diajarkan sopan santun seperti itu, maka ketika dewasa ia akan dengan sendirinya merasa berkewajiban untuk menghormati ketika berlangsung prosesi ibadah dari umat agama lain.

Praktik-praktik toleransi beragama pada anak semacam itu perlu terus di tanamkan dan diajarkan pada anak meskipun di luar ruang kelas. Karena, dengan melihat secara langsung bagaimana cara bertoleransi, anak akan lebih cepat menangkap maksud dari orang tua sehingga ia pun dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu, anak-anak akan lebih mudah mencontoh tindakan daripada dipaksa mendengarkan nasihat orang tuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *