Didikan Orangtua : Ingat Pesan Ayah Ingat Pesan Ayah, Pelajar SMP Samarinda Ini Berani Lawan Jambret Bersenjata

Tindakan kriminal di tengah-tengah masyarakat memang tidak ada habisnya dan selalu membuat warga khawatir. Terlebih jika seseorang tidak mampu berlindung ataupun melawan pelaku tindakan kriminal.

Namun beberapa saat yang lalu, aksi dan keberanian tiga orang pelajar SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, Pandu (13), Riswan (13) dan Zaidan (12) patut di ajungi dua jempol.

Pasalnya, meski masih berusia belia dan baru mengenyam pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama, para siswa tersebut tidak pikir panjang untuk menolong YM (35) yang menjadi korban penjambretan oleh pelaku HR (29), Sabtu (1/2/2020).

Bukan sembarang jambret yang mereka lawan, pasalanya pada saat itu mereka tetap berani mengejar meski tahu bahwa jambret yang akan mereka lawan tengah membawa senjata tajam.

Hal tersebut tentu menjadikan inspirasi bagi sebagian orang sekaligus mengundang rasa bangga. Sebab di tengah maraknya isu anak muda yang di kenal penakut serta senang bermalas-malasan, ternyata masih ada anak didik yang berani melawan kejahatan.

Ingat Pesan Ayah Ingat Pesan Ayah

Didikan Orangtua : Ingat Pesan Ayah

Setelah di telusuri, ternyata keberanian dari ketiga siswa pelajar menengah pertama tersebut bukan dilakukan tanpa dasar. Pasalnya, mereka bertiga ternyata berasal dari keluarga besar kepolisian.

Dengan begitu, orangtua telah mendidik anak anak mereka dengan baik agar berani membela kebenaran dan melawan kejahatan. Hal ini tentu penting untuk di tiru oleh semua orang tua tanpa memandang latar belakang pekerjaan. Meski tidak memiliki latar belakang keluarga sebagai penegak keadilan atau pembela kebenaran, semua orangtua wajib untuk menanamkan nilai nilai nya kepada sang anak.

Seperti halnya bagi Pandu, dia ingat betul dengan nasihat ayahnya yang telah meninggal enam bulan lalu. Ayahnya pernah berpesan agar dia berani melawan kejahatan.

“Harus berani, jangan takut,” kata Pandu menirukan nasihat ayahnya, saat ditemui┬áKompas.com┬ádi Kantor Polsek Samarinda Kota, Sabtu (1/2/2020).

Adapun kronologi dari peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/2/2020) tersebut, awalnya YM berteriak minta tolong usai tasnya dijambret di Jalan Urip Sumoharjo, Gang Annur, Kecamatan Samarinda Kota.

Ketiga pelajar SMP yang kebetulan berada di sekitar lokasi langsung sigap mengejar RH dengan sepeda motor.

Aksi kejar-kejaran berakhir saat sepeda motor RH kehabisan bensin di Jalan Ahmad Dahlan, tiga kilometer dari lokasi YM. Para pelajar berhasil melumpuhkan jambret dengan menendang motor pelaku.

Selanjutnya pelaku tak tinggal diam dan berusaha melakukan perlawanan. Tak kehilangan akal, para pelajar pun dengan sigap berteriak minta tolong kepada warga dan meneriaki RH sebagai malaing.

Aksi heroic tiga pelajar yang membantu tugas kepolisian itu pun langsung mendapat apresiasi dari Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Iptu Abdullah Dalimunte.

“Ketiga pelajar ini patut kita apresiasi,” kata dia saat dihubungi, Senin (3/2/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *