Hapus UJian Nasioanal, Masih Di Kaji Hingga Dukungan Praktisi

Polemik soal ujian Nasional nampaknya masih saja belum menemukan titik terang. Pasca Kepemimpinan di Menteri Pendidikan oleh Muhadjir Effendi tahun lalu, kini pasca pergantian menteri ada beberapa langkah kontradiktif yang berbeda diantara keduanya.

Jika muhadjir Effendi dulu berupaya supaya ujian nasional kembali seperti semula, meski menuai banyak kecaman, kini Nadiem Makariem justru mengambil langkah yang berbeda.

Mendikbud yang baru ini berencana akan menghapus ujian nasional. Saat ini Nadiem masih meninjau ujian nasional yang berlangsung di Indonesia. Meski begitu, rencana tersebut menfapat dukungan dari para pegiat pendidikan. Sebab menurut mereka, ujian nasional bukanlah satu satunya alat ukur untuk menilai kualitas pendidikan.

Menurut pakar pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis, Indra Charismiadji, saat ini ujian nasional bisa di katakana gagal dijadikan tolak ukur untuk melihat kualitas murid.

“Ujian nasional itu seperti timbangan yang rusak karena tidak mengukur kualitas anak” ungkap indra.

Meski demikian, ujian nasional tahun 2020 tetap akan di laksanakan. Hanya saja setelah tahun 2020 akan berubah.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan, Ade Erlangga Masdiana mengatakan bahwa ujian 2021 nanti akan berbeda denga yang sekarang. Meski demikian ia masih belum bisa menjelaska perbedaan tersebut

Indra hanya mengatkaan bahwa urusan pendidikan seharusnya tak melulu soal angka yang di capai oleh siswa. Namun juga bagaimana pendidikan tersebut dapat menghasilkan sebuah akrya.

Dengan demikian hasil karya guru atau murid dapat menjadi portofolio mereka.

“Negara negara lain jgua sudah menghapus standarisasi tes model ujian nasional. Ini era portofolio “ ujar Indra

Hapus UJian Nasioanal, Masih Di Kaji Hingga Dukungan Praktisi

Ujian Nasional Bukan Parameter Yang Adil

Upaya yang di lakukan oleh Nadiem ini merupakan jawaban atas arahan dari peresiden joko widodo yang meminta Nadiem merombak kurikulum pendidikan Indonesia saat ini. Pihaknya juga tengah mengkaji rencana penghapusan ujuan nasional

“Fungsi and penyelenggaraan ujian nasional dan zonasi sedang kami kaji” ujar Nadiem

Wakil Sekretariat Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Satriawa Salim pun ikut berkomentar bahwa ujian nasional tidak lagi menjadi standart kelulusan yang adil bagi murid. Mengingat ada banyak siswa yang berada di daerah terpelosok belum memiliki fasilitas elajar mengajar yang memadai seperti di perkotaan

Oleh karena itu, Satriawan mengaku lembaganya kan emndukung kebijakan kementerian pendidikan untuk menghapus ujian nasional. Meski demikian sekolah tetap harus mengevaluasi proses belajar mengajar pada pertengahan atau akhir tahun ajaran

“apapun namanya, evaluasi harus tetap ada untuk pemetaan kualitas proses belajar” ujarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *