Menanamkan Nilai Budi Pekerti Kepada Anak

Saat ini banyak sekali anak yang tidak menghormati orang yang lebih tua, agar anak menjadi pribadi yang baik, sangat penting anda sebagai orang tua untuk menanamkan nilai budi pekerti kepada anak. Memang budi pekerti diajarkan kepada anak ketika anak berada di bangku sekolah dasar, namun mendidik anak agar memiliki budi pekerti yang baik tidak cukup hanya diajarkan melalui buku di sekolah. Anda perlu mendidik anak secara langsung dan memberikan contohnya agar anak lebih mudah untuk memahaminya. Tentunya lebih mudah untuk melihat secara langsung seperti apa perilaku yang memiliki nilai budi pekerti yang baik daripada hanya membacanya melalui buku.

Kenali 6 Perilaku Budi Pekerti Sebelum Menanamkan Nilai Budi Pekerti Kepada Anak

Substansi pokok dalam pendidikan budi pekerti, kedudukannya dan juga penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sangatlah penting untuk diketahui oleh guru dan juga orang tua. Tanggung jawab untuk mengajarkan dan mendidik anak mengenai budi pekerti bukan hanya tanggung jawab sepihak saja dari sekolah. Karena yang paling penting adalah orang tua dan juga lingkungannya yang menjadi pembelajaran pertama anak. Sebelum anak masuk ke lingkungan sekolah, tentunya anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, yaitu dari lahir hingga umurnya cukup untuk masuk ke bangku sekolah dasar. Sikap dan perilaku dari budi pekerti sendiri memiliki 6 jangkauan. Dan medidik anak bisa dilakukan setelah anda sholat di atas sajadah masjid.

  1. Hubungan dengan Tuhan

menanamkan nilai budi pekerti kepada anak

Dalam pancasila pertama, disebutkan bahwa “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Karena itulah sangat penting sebagai manusia untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Tuhan untuk membentuk budi pekerti yang baik dengan dasar-dasar agama.

  1. Hubungan dengan diri sendiri

menanamkan nilai budi pekerti kepada anak

Sebelum menghormati orang lain, anda harus menghormati diri sendiri terlebih dahulu. Begitu juga dengan budi pekerti, yang harus dilakukan pertama kali adalah mengenal diri sendiri.

  1. Hubungan dengan keluarga

menanamkan nilai budi pekerti kepada anak

Keluarga merupakan orang terdekat yang melakukan interaksi dengan anak. Tanpa adanya keluarga, maka tumbuh kembang anak dapat terhambat karena tidak ada yang menjadi contoh dalam berperilaku baik dan berbudi pekerti.

  1. Hubungan dengan orang yang lebih tua

menanamkan nilai budi pekerti kepada anak

Manusia sebagai makhluk sosial berarti manusia termasuk anak-anak nantinya pasti akan berinteraksi dengan orang lain. Misalnya saja dalam kerja kelompok, dengan budi pekerti yang baik maka anak akan tahu bagaimana caranya bekerjasama dalam sebuah tim yang baik.

  1. Hubungan dengan orang yang lebih muda atau seumuran

menanamkan nilai budi pekerti kepada anak

Ketika bersosialisasi tentunya tidak hanya dengan orang yang lebih tua saja, namun terkadang dengan orang yang seumuran maupun yang lebih muda. Tentu saja cara dalam bersosialisasinya berbeda.

  1. Hubungan dengan alam

menanamkan nilai budi pekerti kepada anak

Manusia berasal dari alam dan nantinya akan kembali ke alam. Tanpa adanya alam, manusia tidak dapat bertahan hidup, misalnya saja tumbuhan yang menghasilkan oksigen agar manusia dapat bernapas. Karena itulah dengan budi pekerti yang baik, anak akan menghormati dan mencintai alam sehingga nantinya anak tidak akan merusak alam.

Anda menyekolahkan anak bukan hanya agar anak menjadi pintar dan kelak ketika sudah dewasa akan lebih mudah dalam mencari pekerjaan namun juga untuk membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang baik dan tumbuh menjadi orang dengan budi pekerti yang tinggi. Maka dari itu peran guru di sekolah dan orang tua di rumah sangat penting untuk menanamkan nilai budi pekerti pada anak. Jangan sampai anak pintar dalam mata pelajaran, namun tidak memiliki perilaku yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *