Mengajarkan Budi Pekerti Kepada Anak

Agar anak tumbuh menjadi orang yang baik dalam berperilaku, anda harus mengajarkan budi pekerti sejak masih kecil, seperti itulah pentingnya mengajarkan budi pekerti kepada anak. Apalagi dengan jaman yang semakin maju dimana informasi dapat dengan mudah diakses. Pengaruh-pengaruh dari budaya luar dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Terutama ketika anda sudah memberikan smartphone kepada anak ketika anak bahkan belum duduk di bangku sekolah dasar. Apabila anda tidak mengajarkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak, maka pengaruh buruk dari luar dapat ditiru oleh anak. Apabila anda sebagai orang tua tidak mendidik anak sejak dini tentang budi pekerti, maka anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang buruk. Budi pekerti bisa diajarkan kapan saja seperti di masjid yang punya jam masjid bermutu.

Tips Mengajarkan Budi Pekerti Kepada Anak

Budi pekerti akan memberikan keseimbangan dan juga keharmonisan dalam sebuah lingkungan, dalam kehidupan bermasyarakat. Agar anak dapat tumbuh sebagai pribadi yang baik dan tidak membuat ulah sehingga menyebabkan kerugian kepada orang lain, anda harus mengajarkan budi pekerti kepada anak. Untuk mengajarkan budi pekerti, ada beberapa tips yang dapat anda terapkan, berikut adalah tips-tipsnya.

  1. Dimulai sejak dini

mengajarkan budi pekerti kepada anak

Ketika anda mengajarkan budi pekerti sejak anak anda masih kecil, anak akan lebih mudah memahami dan mencernanya. Karena pada anak-anak pembentukan jati diri dimulai sejak masih kecil dan akan menentukan karakter mereka ketika sudah dewasa.

  1. Mengajarkan budi pekerti di rumah

mengajarkan budi pekerti kepada anak

Rumah merupakan tempat yang terbaik dalam mengajarkan budi pekerti, karena dengan di rumah anda bisa memantau secara langsung. Berbeda dengan sekolah dimana anda tidak bisa mengetahui apakah sekolah sudah memberikan pelajaran budi pekerti dengan baik. Anda bisa mengajarkan dari hal-hal yang mudah seperti pentingnya menghormati orang yang lebih tua, dimulai dari kedua orang tua, kakak, kakek dan juga nenek.

  1. Jadi teladan bagi anak

mengajarkan budi pekerti kepada anak

Anak akan melihat dan mencontoh perilaku orang dewasa, terutama orang tua. Jadilah teladan yang baik bagi anak sehingga anak juga akan menjadi orang yang memiliki budi pekerti yang baik. Anda perlu ingat bahwa anak merupakan cerminan dari kedua orang tuanya. Jangan sampai anda berbohong, mencuri, berperilaku kasar di depan anak karena anak akan menirunya.

  1. Konsisten

mengajarkan budi pekerti kepada anak

Ketika beranjak dewasa, anak akan pergi dari rumah untuk sekolah, kerja ataupun hal lainnya. Namun bukan berarti akan berhenti mengajari anak anda mengenai budi pekerti. Anda tetap dapat mengajarkan nilai-nilai yang penting dengan memanfaatkan teknologi seperti sms, telepon ataupun aplikasi chatting.

  1. Berhati-hati dalam berperilaku dan berkata

mengajarkan budi pekerti kepada anak

Anak akan meniru segala perilaku dan perkataan orang tua. Apabila anda sering berkata kasar, maka anak akan ikut berkata kasar. Mungkin di rumah anak tidak akan berkata kasar, namun ketika di sekolah, siapa yang tahu. Kemungkinan besar anak akan berkata kasar terhadap teman maupun orang yang lebih tua tanpa sepengetahuan anda.

  1. Mengoreksi kesalahan anak tanpa marah

mengajarkan budi pekerti kepada anak

Anak sering kali melakukan kesalahan, namun bukan berarti anda dapat memarahani semau anda karena anak juga memiliki perasaan. Jika anak melakukan kesalahan, beritahu anak dengan lembut dan berikan/ tunjukkan hal yang benar.

Dengan mengajarkan budi pekerti, maka anda dapat menciptakan masyarakat yang memiliki moral baik dan juga berbudaya. Tentunya hal tersebut akan membuat lingkungan menjadi lebih aman dan juga damai. Peran orang tua sangatlah penting dalam membentuk karakter anak, karena itulah jangan berhenti mendidik anak sampai kapanpun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *