Pendidikan Anak Sejak Dini Cegah Penyimpangan dan Kekerasan Seksual

Akhir akhir ini berbagai media massa baik dalam maupun luar negeri tengah ramai memberitakan sosok Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia yang tengah menempuh pendidikan diInggris. Bukan sebuah prestasi yang dia bawa untuk negera, melainkan justru sebuah aib yang kini telah dketahui oleh semua orang di dunia. Berita penyimpangan seksual sekaligus aksi pemerkosaan terbesar sepanjang sejarah inggris membuatnya di kecam oleh semua pihak.

Kini berbagai lembaga di dunia tengah tengah gencar mengkampanyekan sekaligus melakukan pencegahan agar peristiwa tersebut tak terulang lagi.

Di Indonesia, komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti mengemukakan pentingnya pendidikan seks sejak dini kepada anak baik perempuan maupun laki-laki. Pendidikan sejak diri, dapat mencegah terjadinya penyimpangan seksual yang dapat berakibat buruk seperti kekerasan seksual sebagaimana yang telah terjadi di Inggris.

Menurut Retno sendiri, kekerasa seksual di Indonesia memang telah banyak terjadi di lingkungan pendidikan. Hal tersebut di perparah dengan budaya masyarakat Indonesia yang masih menganggap “tabu” mengenai pendidikan seks sejak dini.

“ketika memandikan anak di usia balita, kita bisa mulai mengajarkan bahwa ada bagian di tubuh anak yang tidak boleh di lihat apalagi di sentuh siapapun kecuali dirinya sendiri” jelas Retno

Pendidikan Anak Sejak Dini Cegah Penyimpangan dan Kekerasan Seksual

Sinergi Orangtua dan Sekolah Dalam Pendidikan Seks Sejak Dini

Tak cukup hanya mengajarkan hal itu, menurut retno, orang tua juga perlu mengajarkan kepada anak agar bisa bersikap berani untuk melaporkan ketika ada pihak yang ingin melihat ataupun menyentuh bagian tersebut.

Ketika usia anak meningkat dan hendak memasuki sekolah, orangtua pun harus mengajarkan kepada anak untuk membedakan sentuhan yang sekiranya boleh di lakukan dan juga sentuhan yang terlarang sebagaimana yang telah di ajarkan sebelumnya.

Ajarkan bahwa sentuhan yang tidak boleh di lakukan adalah ketika seseorang menyentuh atau memeluk namun tangan yang bersangkutan dan juga menyentuh bagian yang tidak boleh disentuh. Selain itu ketika memakai baju renang bagian tersebut ditutupi.

“ini berlaku pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Ketika anak beranjak remaja, maka pendidikan seks mulai di tingkatkan” ungkap Retno.

Selain itu Retno juga menilai pihak sekolah perlu memaksimalkan edukasi seks dini tersebut. dari aturan sekolah, harus ada batas yang tergas dari perilaku yang diterima.

“tekankan bahwa kalau ada yang berani menyentuh, harus di laporkan. System pengaduan harus dibangun, karena banyak terjadi kekerasan di sekolah yang justru di lakukan guru, orang yang seharusnya melindungi anak” ungkap Retno

Selebihnya, anak juga perlu di berikan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dengan pendekatan yang disesuaikan pada usia anak, peka terhadap budaya dan komprehensid yang mencakup program yang memuat informasi yang tidak bersifat menghakimi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *