Siap Siap : Kedapatan Layani Siswa Bolos, Warung Di Tutup

Siap Siap : Kedapatan Layani Siswa Bolos, Warung Di TutupBidang pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, intelek dan berbudi pekerti yang luhur.

Tak tanggung tanggung, pemerintah memberikan anggaran 20 % APBN khusus untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Namun pendidikan di Indonesia tidak hanya butuh dana dan bantuan saja. Akan tetapi jauh lebih penting daripada itu, niat untuk serius belajar harus di tanamkan dalam dirisiswa dan para calon siswa sekolah dengan di dukung oleh tenaga pengajar yang mumpuni dan juga fasilitas yang memadai.

Namun apa yang terjadi jika pemerintah sudah menyediakan fasilitas belajar, dan juga bantuan biaya sekolah untuk para pelajar, namun justru siswa pelajar tidak serius menuntut ilmu dan justru sibuk nongkrong dengan teman teman nya di tengah jam pelajaran?

Membolos memang masih menjadi tradisi buruk di dunia pendidikan Indonesia.

Para siswa, terutama siswa laki laki biasanya paling sering melakukan pelanggaran sekolah ini.

Sebagai bentuk untuk memerangi maraknya pelanggaran siswa berupa membolos, bahkan ada Gerakan Disiplin Siswa sebagai bentuk gerakan yang mendukung siswa siswi sekolah mentaati segala peraturan dan mengurangi pelanggaran yang di lakukan siswa dengan harapan dapat melahirkan siswa siswi sekolah yang disiplin dan berilmu.

Gerakan Disiplin Siswa (GDS) ini juga di jadikan andalah oleh Pemkot Madiun dalam rangka menertibkan siswa yang membolos di tengah jam pelajaran sekolah. Pemkot Madiun bahkan membuat sebuah tim khusus yang bertugas menjaring siswa yang membolos kemudian membina para siswa tersebut

Madiun : Warung Terancam Di Tutup

Siap Siap : Kedapatan Layani Siswa Bolos, Warung Di Tutup

Tidak tanggung tanggung upaya yang dilakukan oleh pemkot madiun dalam memberantas aksi membolos siswa.

Setelah dirasa membentuk tim khusus yang bertugas menjaring siswa masih belum mampu menangani kasus pelanggaran membolos, kini pemerintah berinisiatif dengan mengambil langkah tegas. Bukan hanya kepada siswa saja, namun juga kepada pemiliki warung yang biasanya di jadikan tempat para siswa membolos pada jam pelajaran sekolah.

Tindakan ini tidak serta merta di paksakan kepada pemilik warung. Namun pemilik warung akan di beri peringatan terlebih dahulu. Apabila setelah di beri peringatan 2 -3 kali ternyata masih juga menerima dan melayani siswa membolos, maka penutupan warung terpaksa di lakukan.

Menurut walikota madiun, pemerintah telah memetakan warung mana saja yang sering di gunakan sebagai tempat nongkrong anak sekolah saat membolos di tengah pelajaran.

Beberapa warung tersebut telah diberi peringatkan. Namun apabila pemerintah mengetahui pemilik warung kedapatan tidak menaati peraturan, maka warung akan di tutup.

“kalau sekali lagi kedapatan menerima siswa, saya tutup”, ungkap nya dengan tegas saat di temui pasca mengisi kegiatan Sosialisasi Narkoba terhadap siswa SMA, SMK, dan MA di Gedung Diklat

Langkah tegas yang diambil pemkot Madiun tentu nya merupakan bagian dari kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di daerah nya .

Diharapkan madiun bisa mencetak generasi muda yang berilmu, berprestasi dan berbudi luhur.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *